Redirect to TarakanBais

Minggu, 31 Juli 2011

Kebutuhan Daging dan Telur Membengkak di Tarakan

. Minggu, 31 Juli 2011

Perlu 4 Juta Butir Telur

TARAKAN – Tingkat permintaan ayam potong menjelang bulan Ramadan diakui Kepala Dinas Peternakan dan Tanaman Pangan (Disnaktapan) Elang Buana meningkat dari hari-hari biasanya. “Persediaan tetap tapi permintaan naik,” ujarnya. Stok yang tersedia saat ini untuk jenis ayam potong sekitar 250 ribu ekor. Dikatakan Elang, stok tersebut belum bisa memenuhi kebutuhan saat puasa nanti.

Hal ini disebabkan sudah menjadi kebiasaan saat bulan puasa tiba, dimana permintaan akan mengalami kenaikan lebih besar dari persediaan yang ada. Bahkan diperkirakan saat beberapa hari mendekati lebaran nanti kebutuhan daging ayam ini akan mengalami kenaikan minimal 20 persen.

Untuk mengantisipasi kekurangan stok saat menjelang lebaran nanti, jauh hari Disnaktapan telah memesan bibit ayam Day Old Chick (DOC) dari Balikpapan. DOC ini adalah anak ayam yang baru berumur satu hari dan dipelihara selama kurang lebih 40 hari di Tarakan agar siap dipotong. “Untuk mendatangkan ayam tidak bisa instan, jadi kita beli bibit DOC dulu untuk dipelihara. Dan bahkan jika ternyata saat menjelang lebaran nanti masih mengalami kekurangan, kita akan mendatangkan ayam beku,” tuturnya.

Tidak hanya ayam potong, untuk mengantisipasi kekurangan daging sapi selama puasa dan menjelang lebaran nanti, Disnaktapan telah siap mendatangkan sapi sebanyak 435 ekor dari Sulawesi. Jika ditambah stok yang ada untuk sapi lokal sebanyak 131 ekor, maka seluruhnya berjumlah 566 ekor. Untuk daging kambing sendiri, juga akan didatangkan sebanyak 360 ekor, untuk kambing lokal sebanyak 105 ekor.

Selain beberapa jenis daging tersebut, telur juga menjadi salah satu komoditi yang menjadi buruan masyarakat pada puasa dan menjelang lebaran nanti. Ia memperkirakan, kebutuhan telur pada bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri nanti bakal melambung hingga 300 persen atau tiga kali lipat dari bulan-bulan biasa. Ini disebabkan kebutuhan masyarakat untuk membuat kue pada saat menjelang lebaran.

Telur yang dibutuhkan diprediksi mencapai 4 juta butir. Untuk daerah Tarakan sendiri hanya mampu menyediakan kira-kira 30 persen dari jumlah tersebut atau 1 juta butir lebih. Untuk mengantisipasinya, lagi-lagi Disnaktapan akan mendatangkan dari luar daerah seperti Jawa Timur dan Sulawesi. “Paling banyak didatangkan dari Jawa Timur seperti Surabaya. Proses pengirimannya sendiri nanti dilakukan bertahap sesuai kebutuhan. Setiap minggu akan dikirim sekitar 7 ribu hingga 8 ribu butir,” urainya. (*/jnu)

Sumber : radartarakan.co.id (30 Juli 2011)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Halaman

Powered By Blogger

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com