Puncak HAN, Digelar Karnaval Anak di Stadion
TARAKAN - Berbagai rangkaian kegiatan dalam menyambut peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang akan dipusatkan di Stadion Datu Adil pada Sabtu (23/7) mendatang, telah dilakukan pemerintah kota Tarakan. Kemarin pagi, ratusan murid TK dan PAUD se-Tarakan mengikuti kegiatan senam ceria yang dilaksanakan pemerintah kota di halaman pasar Tenguyun Boom Panjang.
Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Tarakan, Dra. Mariyam, M.Si yang membacakan sambutan walikota Tarakan mengatakan, kegiatan senam ceria ini dilakukan tidak lain adalah untuk mempererat tali silaturahmi warga kota Tarakan. “Sekaligus menjadikan fisik kita segar, semangat dan membuat jiwa kita sehat,” kata Mariyam.
Namun demikian, yang terpenting dari peringatan anak ini adalah sesuai Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, bahwa hak-hak anak harus bisa terpenuhi. “Di antaranya hak untuk mendapatkan pendidikan, kesehatan dan mendapatkan tumbuh kembang dengan baik dan benar,” pesan walikota.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tarakan dr H Khairul M.Kes mengatakan, acara puncak peringatan Hari Anak Nasional yang dipusatkan di Stadion Datu Adil pada Sabtu pagi mendatang diawali dengan arak-arakan (pawai jalan kaki). “Puncaknya pada 23 Juli nanti di Stadion Datu Adil akan dilaksanakan karnaval anak dan diikuti sekitar 500 anak dari seluruh TK dan play grup serta PAUD,” kata Khairul, kemarin.
Karnaval anak tersebut akan mengambil start dari halaman kantor walikota dan finish di stadion. Kegiatan karnaval tersebut dikoordinir oleh organisasi DWP (Dharma Wanita Persatuan) Tarakan. Puncaknya selain karnaval, juga akan digelar beberapa atraksi marching band anak, serta digelar beberapa lomba-lomba yang semuanya dilaksanakan di stadion dan dikoordinir organisasi-organisasi wanita se-Tarakan. Pelaksanaan lomba akan digelar di tarup-tarup yang akan dipasang di stadion.
Intinya, kata Khairul, pada hari anak tersebut kami berharap semua anak ceria, dan pada hari tersebut sedapat mungkin orang tua bisa menggembirakan anaknya. “Kalau bisa dalam sehari tersebut anak tidak dimarahi agar mereka gembira dan bisa menikmati hari anak tersebut dengan baik,” pesannya.
Pasalnya, jelas Khairul lagi, secara psikis hal tersebut akan mendorong mereka menjadi anak-anak yang kreatif dan sesuai tema HAN tahun ini, anak yang kreatif dan berakhlak.
Dikatakan, kreatifitas anak tersebut harus dimulai dari rumah masing-masing dan sekolah. Namun demikian, yang terbanyak adalah di rumah karena kreatifitas akan tumbuh dari dorongan para orang tua, bagaimana bisa menciptakan lingkungan atau kebiasaan yang memungkinkan anak berani mengambil inisiatif.
“Kalau sedikit-sedikit anak dilarang dan dimarahi untuk melakukan sesuatu tentu itu akan membuat mereka tidak kreatif. Namun tentunya tidak semua dibiarkan, ada hal-hal tertentu yang harus dilarang,” tegasnya. Tapi, sambungnya, selama kegiatan itu baik dan positif, biarkan saja selama itu bisa menggali kreatifitas mereka, kecuali berbahaya tentu harus diberitahu, tapi tidak dimarahi. Hal tersebut penting agar inisiatif mereka tumbuh dengan baik.(ddq)
Sumber : radartarakan.co.id (21 Juli 2011)
Redirect to TarakanBais
Jumat, 22 Juli 2011
23 Juli, Anak Tidak Boleh Dimarahi
.
Jumat, 22 Juli 2011
Entri Populer
-
Ajat: Tidak Ada Kaitannya dengan Kebakaran Beringin TARAKAN – Musibah kebakaran di Beringin III yang terjadi akhir September lalu, membuat ...
-
TARAKAN – Meski penerbangannya mengalami penundaan selama beberapa jam, namun sejumlah penumpang Sriwijaya Air di Bandara Juwata Tarakan me...
-
TARAKAN – Ketua Umum Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana, Kiki Pramono Edhie mewanti-wanti para istri tentara untuk tid...
-
Ditargetkan Rampung Desember, Sungai Sebengkok Tunggu Tahun Depan TARAKAN -Perlahan tapi pasti, penanggulangan banjir terus diupayakan oleh ...
-
Salamah Berharap Bisa Jadi Contoh bagi Penghuni Lainnya TARAKAN – Salah satu keluarga pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) yang menempati r...
-
TARAKAN Borneo - Achievements boast carved student named Dita Karenza Tarakan. Girl born 21 April 2000 Tarakan has just won two champions ...
-
Harga Komoditi Sembako Lainnya Tetap Stabil TARAKAN – Harga kebutuhan dasar berupa beras kini terus beranjak naik sejak beberapa bulan tera...
-
Tarakan ,- Pembuatan elektonik KTP (e-KTP) di kota Tarakan telah memasuki tahap perekaman data untuk pemegang KTP konvensional. Kepala Dinas...
-
Bikin Ketua RT Protes Petugas Entri Data e-KTP TARAKAN - Pelaksanaan perekaman data biometrik e-KTP atau KTP elektronik, untuk warga umum m...
-
TARAKAN – Sekretaris Kota (Sekkot) Tarakan Haji Badrun mengatakan, pemerintah kota saat ini sedang intens membangun reformasi birokrasi. Se...
Label
Agama
(23)
Anggaran
(2)
Barongsai
(1)
BAZ
(2)
BBM
(17)
Bencana Alam
(1)
Budaya
(5)
CPNS
(2)
Cuaca
(2)
Ekonomi
(25)
English
(3)
Expo
(1)
Fasilitas
(28)
Galeri Foto
(21)
Gas
(4)
Hiburan
(9)
HUT Tarakan
(2)
Iklim
(1)
Kampus
(1)
Kasus
(4)
Kebersihan
(5)
Kecelakaan
(4)
Kehutanan
(3)
Kejaksaan
(1)
Kelurahan
(4)
Kependudukan
(1)
Kesehatan
(23)
Keuangan
(1)
KNPI
(2)
Komunitas
(4)
Koperasi
(12)
Korupsi
(2)
Kriminal
(26)
KTP
(9)
Lingkungan Hidup
(7)
Lowongan Kerja
(5)
Migas
(2)
Narkoba
(2)
Olahraga
(32)
Pariwisata
(22)
Parlemen
(16)
PDAM
(5)
Pejabat
(1)
Pelayanan
(3)
Pemerintah
(35)
Pendidikan
(80)
Peraturan
(8)
Perbankan
(3)
Perikanan
(1)
Peristiwa
(27)
Perizinan
(1)
Pertambangan dan Energi
(2)
Pertanahan
(1)
Pertanian
(8)
Perumahan
(9)
Peternakan
(2)
PLN
(6)
PNS
(11)
Polisi
(2)
Politik
(7)
Polres
(11)
Prestasi
(38)
Proyek
(8)
Sembako
(1)
Serba Serbi
(8)
Sosial
(8)
Tarakan
(334)
Teknologi Informasi
(14)
Telpon
(1)
Tenaga Kerja
(2)
TNI-AD
(1)
TNI-AU
(4)
Transportasi
(35)
Walikota
(24)
Warga
(2)
