Redirect to TarakanBais

Jumat, 22 Juli 2011

Pasang Traffic Light di Simpang Telaga Keramat

. Jumat, 22 Juli 2011

Dishub Masih Tunggu Anggaran

TARAKAN – Lokasi simpang Jalan Telaga Keramat dan Jalan Kusuma Bangsa bakal dipasangi traffic light atau lampu pengatur lalu lintas. Realisasinya, Dinas Perhubungan Kota Tarakan masih menunggu anggaran.

“Di lokasi ini dimungkinkan dipasang traffic light karena lalu lintas sudah mulai padat serta lebar jalan dan lajur memungkinkan,” kata Kepala Bidang Perhubungan Darat Junaidi kemarin (20/7).

Pejabat Dinas Perhubungan Kota Tarakan itu belum berani menentukan anggarannya karena harga-harga perangkat traffic light selalu berubah-ubah. Sehingga, menurutnya, karena fluktuatif harga itulah alokasi anggaran untuk penambahan traffic light di kota ini belum dapat dilakukan.

Menurut Junaidi, beberapa persimpangan di kota ini sebenarnya masih banyak yang membutuhkan pemasangan traffic light. Namun karena lebar simpangan serta lebar jalan semuanya tidak memungkinkan. Salah satunya di persimpangan Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Jenderal Sudirman, arah masuk daerah Kampung Bugis, Kelurahan Karang Anyar.

“Tapi ruas jalan di Slamet Riyadi tidak memenuhi syarat, baik lebar mulut simpangan yang sempit serta jalan yang tidak luas. Kalau dibangun traffic light akan menambah macet serta menimbulkan antrean panjang,” beber Junaidi.

Untuk membangun traffic light, kata Junaidi, minimal terdapat kurang lebih 5 jalur di setiap mulut simpangan.

Sementara itu, dana pembangunan yang diterima pemerintah kota melalui penghargaan Wahana Tata Nugraha 2010 senilai hampir Rp 100 juta, rencananya digunakan untuk membangun Rambu Pendahulu Penunjuk Jurusan pada jalan-jalan yang dimungkinkan digunakan sebagai jalur cepat. Untuk sementara tanda-tanda jalur cepat ini akan dibangun di sekitar Jalan Mulawarman serta Jalan Kusuma Bangsa yang telah dipasangi median jalan. “Ini akan tahan sampai 30 tahun,” terang Junaidi.

Hal ini sangat diperlukan dalam mengatur lalu lintas yang lebih baik lagi. Selama ini, terang Junaidi, para pengguna jalan begitu bebas berkendara dengan kecepatan tinggi di lajur kiri yang semestinya tidak dibolehkan. Sementara untuk di jalan lainnya seperti Yos Sudarso, meski telah memiliki median jalan, namun di wilayah ini tidak memungkinkan dipasangi tanda lajur cepat. “Jalan ini sangat padat sehingga tidak layak dibuatkan lajur cepat,” jelasnya.

Pada penghargaan Wahana Tata Nugraha 2009 lalu, dana Rp 100 juta disumbangkan provinsi Kaltim dalam bentuk pemberian 500 buah paku marka jalan yang terpasang di Jalan Aki Balak serta sebagian Jalan Mulawarman. Sedangkan hasil Wahana Tata Nugraha 2008 digunakan memperbaiki tanda-tanda lalu lintas serta sarana jalan lainnya.(ash

Sumber : radartarakan.co.id (21 Juli 2011)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Halaman

Powered By Blogger

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com