Jika Bangunan Kampus Akper Pemkot Tak Bisa Diselamatkan
TARAKAN – Hingga saat ini bangunan gedung perkuliahan Diploma III Keperawatan Universitas Borneo (UB) atau dulu dikenal dengan Akademi Keperawatan (Akper) Pemkot masih berada dalam posisi miring, retak-retak dan dikosongkan demi alasan keselamatan penggunanya. Entah siapa yang bertanggungjawab atas kesalahan pembangunan tersebut, yang pasti Pemerintah Kota Tarakan terancam mengalami kerugian hingga Rp 10 miliar.
Ditemui usai melakukan check up kondisi jantung di Poli Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Tarakan kemarin (3/10), Walikota Tarakan Udin Hianggio mengaku Pemkot Tarakan akan berusaha untuk menyelamatkan gedung tersebut dari kerusakan maupun upaya pembongkaran gedung megah berlantai 5 tersebut.
“Saya sudah minta kepada Asisten II Setkot Tarakan (Sofian Raga) untuk mempelajari kemungkinan untuk tetap mengamankan gedung tersebut. Mudahan masih bisa, tapi laporannya sampai saat ini belum ada juga,” ucap walikota. Sebelumnya, walikota juga telah memerintahkan agar instansi terkait maupun manajemen Diploma III Keperawatan UB untuk mengosongkan gedung tersebut serta menghentikan segala aktivitas akademis maupun administrasi didalamnya. Banyak kemungkinan yang menyebabkan gedung tersebut retak dan miring, diantaranya spekulasi soal kondisi kontur tanah yang menjadi lokasi pembangunan gedung, sangat rawan pergerakan karena strukturnya remah. Lalu bagaimana pandangan walikota terhadap hal ini? “Jelas sudah, saya kira tak perlu lagi dikatakan. Ini memang ada yang tidak beres dalam perencanaan pembangunannya, makanya bisa begitu,” ujar pria yang sempat menjabat Ketua DPRD Kota Tarakan ini.
Kalaupun ingin meminta tanggungjawab kontraktor pelaksana pembangunannya, saat ini sudah tidak mungkin. Lantaran gedung yang dibangun pada tahun 2002 ini, sudah tak menjadi hak kontraktor untuk melakukan pemeliharaan.
“Meski demikian, kita harus segera mencari jalan keluarnya. Karena ini uang negara (APBD Kota Tarakan) yang cukup besar, dan tidak semudah itu memilih opsi untuk dibongkar,” tukasnya.(ndy)
Sumber : radartarakan (4 Oktober 2011)
Redirect to TarakanBais
Senin, 03 Oktober 2011
Pemkot Bisa Rugi Rp 10 Miliar
.
Senin, 03 Oktober 2011
Entri Populer
-
Indonesia Indositehost.com Cheap Hosting ( Hosting Murah Indonesia Indositehost.com ) - Cheap Hosting is hungering for newbie bloggers who w...
-
TARAKAN - City Government through Camat Tarakan Tarakan East appealed to citizens who are on the edge of Long Beach Charity and the New Cha...
-
Office of Communications and Information (Diskominfo) Tarakan City, would soon have a new building itself. The plan construction will start ...
-
TARAKAN Borneo - Thanks to the concern in the health sector, the Mayor of Tarakan, Udin Hianggio Bakti Husada award winning Knights of the...
-
TARAKAN Borneo - A total of 174 Brimob personnel from Jakarta who has been in charge of securing the town of Tarakan participate due to cl...
-
Tarakan Borneo - Juata Sea ferry operator of ports again prolonged. Previously planned for February 26 is operated, but is expected to be ...
Label
Agama
(23)
Anggaran
(2)
Barongsai
(1)
BAZ
(2)
BBM
(17)
Bencana Alam
(1)
Budaya
(5)
CPNS
(2)
Cuaca
(2)
Ekonomi
(25)
English
(3)
Expo
(1)
Fasilitas
(28)
Galeri Foto
(21)
Gas
(4)
Hiburan
(9)
HUT Tarakan
(2)
Iklim
(1)
Kampus
(1)
Kasus
(4)
Kebersihan
(5)
Kecelakaan
(4)
Kehutanan
(3)
Kejaksaan
(1)
Kelurahan
(4)
Kependudukan
(1)
Kesehatan
(23)
Keuangan
(1)
KNPI
(2)
Komunitas
(4)
Koperasi
(12)
Korupsi
(2)
Kriminal
(26)
KTP
(9)
Lingkungan Hidup
(7)
Lowongan Kerja
(5)
Migas
(2)
Narkoba
(2)
Olahraga
(32)
Pariwisata
(22)
Parlemen
(16)
PDAM
(5)
Pejabat
(1)
Pelayanan
(3)
Pemerintah
(35)
Pendidikan
(80)
Peraturan
(8)
Perbankan
(3)
Perikanan
(1)
Peristiwa
(27)
Perizinan
(1)
Pertambangan dan Energi
(2)
Pertanahan
(1)
Pertanian
(8)
Perumahan
(9)
Peternakan
(2)
PLN
(6)
PNS
(11)
Polisi
(2)
Politik
(7)
Polres
(11)
Prestasi
(38)
Proyek
(8)
Sembako
(1)
Serba Serbi
(8)
Sosial
(8)
Tarakan
(334)
Teknologi Informasi
(14)
Telpon
(1)
Tenaga Kerja
(2)
TNI-AD
(1)
TNI-AU
(4)
Transportasi
(35)
Walikota
(24)
Warga
(2)
