Jumat, 01 Juli 2011

Enam Titik Langganan Banjir di Tarakan Tengah

. Jumat, 01 Juli 2011

HUJAN deras mengguyur Tarakan sejak pagi hingga siang kemarin kembali mengakibatkan banjir di beberapa titik. Salah satu titik terparah yang hingga kini belum ada upaya untuk mengatasinya adalah banjir yang menutupi badan jalan di sebagian Jalan Diponegoro, Sebengkok.

Camat Tarakan Tengah, Hendra Arfandi mengaku, sedikitnya ada enam titik yang menjadi langganan banjir di wilayah kerjanya. Yaitu di Sebengkok Tiram, Jalan Diponegoro, Jalan R.E. Martadinata depan SMA Hang Tuah, Jalan Sulawesi Markoni, seputaran Stadion Datu Adil, dan Jalan K.H. Agus Salim Selumit.

“Sebenarnya sudah diupayakan untuk dilakukan pembersihan-pembersihan, namun belum maksimal,” kata Hendra Arfandi.

Mantan camat Tarakan Utara itu juga mengemukakan, salah satu upaya jangka pendek yang dapat dilakukan untuk meminimalisir banjir tersebut adalah tetap harus ada pembuatan kanal-kanal baru. Pasalnya, kanal-kanal yang ada saat ini kurang lebar dan tidak lagi dalam.

Persoalan ketika akan diturunkan alat berat, di kanal Sebengkok misalnya, sudah banyak pemukiman-pemukiman warga di sekitarnya sehingga alat tidak bisa bekerja maksimal. “Akibatnya terjadi sedimentasi,” ujar Hendra usai melakukan pemantauan ke lokasi-lokasi banjir kemarin pagi.

Menurut Hendra, banjir yang terjadi di wilayahnya ini diakibatkan banyak faktor. “Pertama karena memang kanal-kanalnya kecil, kedua karena air pasang laut dan faktor ketiga karena penggundulan hutan di hulu,” ungkapnya.

Meski demikian, upaya-upaya pembersihan drainase lingkungan terus akan digalakkan pihak kecamatan dengan melakukan kegiatan gotong royong dengan melibatkan warga. “Namun hujan ini waktunya tidak bisa ditentukan. Kalau hujannya pas air pasang, maka air tidak dapat mengalir ke laut dan akibatnya air hujan dan air pasang laut meluap sampai ke darat,” jelasnya.

Namun begitu, tambah Hendra, pihaknya tetap berharap agar program-program yang dijalankan pemerintah untuk meminimalisir banjir tetap mendapat dukungan warga. Salah satu yang diperlukan adalah kesadaran warga untuk tidak membuang sampah di kanal-kanal, termasuk membangun rumah di daerah aliran sungai.

“Itu yang terpenting, sehingga program yang akan pemerintah tidak bertentangan dengan persoalan-persoalan tersebut,” pesannya.

Dari pantauan Radar Tarakan di Jalan Diponegoro Sebengkok kemarin, titik puncak ketinggian air di depan Sekolah Dasar Negeri 004 sempat mencapai paha orang dewasa.

“Ini kalau pas air pasang bisa sampai pinggang mas, untung aja pas air laut surut makanya cepat juga surutnya,” kata Nur, salah satu warga setempat.

Sementara, Stasiun Meteorologi Juata Tarakan mencatat, curah hujan kemarin mencapai 58,9 milimeter. “Termasuk tinggi, soalnya sampai (menyebabkan, Red.) banjir,” kata Yos Safa’at, staf Stasiun Meteorologi Juata Tarakan.(ddq)

Sumber : radartarakan.co.id (1 Juli 2011)

Entri Populer

Label

 

Link Banner

Total Tayangan Laman

Sahabat Tarakan

Tarakan Borneo Lovers is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com